Umat Hindu Tengger Nyepi, Akses ke Bromo Ditutup

  • Bagikan
Gunung Bromo / Foto : id.wikipedia.com
Gunung Bromo / Foto : id.wikipedia.com

PROBOLINGGO – Peringatan Nyepi Tahun Baru Saka 1943/2021 dilakukan umat Hindu dalam kesenyapan. Layaknya tempat dengan umat Hindu yang tengah Nyepi, lereng Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo juga sunyi.

Selama Nyepi, umat Hindu melakukan Catur Brata penyepian dengan empat pantangan. Mulai dari Amati Karya yang berarti tidak bekerja, Amati Geni atau tidak menyalakan api, Amati Lelungan tidak bepergian, dan Amati Lelanguan tidak bersenang-senang.

Karenanya, hiruk pikuk lain sementara dihentikan agar umat yang tengah Nyepi bisa tenang menjalani Catur Brata.

Ini termasuk penutupan akses menuju Gunung Bromo. Penutupan dilakukan selama Nyepi, yakni mulai Minggu, 14 Maret 2021 pukul 00.00 sampai Senin, 15 Maret 2021, pukul 06.00 WIB.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Agus Budi Santosa, menyebut penutupan akses ke Gunung Bromo berlaku dari arah Probolinggo, tepatnya pada Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Sementara dari arah Pasuruan, akses ditutup di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.

“Dari arah Malang dan Lumajang, akses ditutup di Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang,” katanya.

Sementara Camat Sukapura Kabupupaten Probolinggo, Rochmad Widiarto, menyebut penutupan dilakukan setelah rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sukapura, tokoh masyarakat, kepala desa, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

“Penutupan akses ke Gunung Bromo demi menghormati Hari Nyepi yang diperingati warga Suku Tengger,” katanya, Sabtu 13 Maret 2021.

Aparat desa juga telah berkoordinasi dengan pengelola tempat wisata di sekitar Gunung Bromo untuk memberitahu tamu-tamunya.

Ia juga berharap para pelaku usaha di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menghormati Hari Nyepi dengan menutup sementara usahanya.

Pada masa pandemi Covid-19, kawasan Bromo telah dibuka untuk wisatawan mulai 28 Agustus 2020. Namun semua dilakukan dengan pembatasan jumlah pengunjung, serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ***

BACA JUGA :  500 Ribu Tenaga Terampil Pariwisata Disiapkan Dukung 5 DSP
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *