EkrafHOMENews

Sertifikasi CHSE Gratis Untuk 1.000 Parekraf Bali

BALI – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menargetkan 1.000 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif  (Parekraf) Bali mendapat  sertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) secara gratis pada tahun ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengatakan prioritas kesehatan menjadi yang paling utama saat ini, maka pelaksanaan sertifikasi CHSE ini menjadi sangat penting untuk sektor pariwisata khususnya bagi pelaku usaha hotel dan restoran untuk memulihkan kepercayaan wisatawan.

“Sampai saat ini, sebanyak 666 pelaku usaha di Bali sudah selesai disertifikasi secara gratis. Terdiri dari 313 hotel dan 353 restoran, dari 1.000 target pendaftar,” ujar Wishnutama pada Sabtu lalu, seperti dikutip dari laman resmi Kemenparekraf/Barekraf.

Dia menjelaskan sertifikasi CHSE bertujuan memberikan jaminan produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kesehatan. “Hal ini penting dilakukan untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata yang sudah melakukan sertifikasi protokol kesehatan,” kata Wishnutama.

Para pemilik atau pengelola usaha pariwisata dan destinasi pariwisata dari seluruh Indonesia dapat mendaftar melalui website resmi chse.kemenparekraf.go.id.

Untuk mendorong industri parekraf melakukan dan memanfaatkan sertifikasi secara gratis, Kemenparekraf bersama dengan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) menggelar sosialisasi panduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan dalam penyelenggaraan kegiatan.

Sosialisasi dilaksanakan di Graha Wisnu Kencana Cultural Park (GWK), di Badung, Bali pada Jumat, 27 November 2020. Dengan tema “CHSE Experience”, berupa sosialisasi panduan protokol kesehatan bagi pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan (events) seperti para promotor, pekerja, pengunjung, pengisi acara, vendor, tenant, pengelola venue, asosiasi, dan pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Sembilan Komunitas Gelar Ajang "Community Trip 2020" Labuan Bajo

Konsep acara adalah walkthrough secara menyeluruh, proses sosialisasi dimulai sejak pengunjung melaksanakan registrasi, dilanjutkan pada setiap titik perjalanan yang dilewati oleh pengunjung yaitu ketika memasuki area acara hingga para pengunjung selesai menyaksikan acara.  Ini akan menjadi panduan pelaksanaan kegiatan event yang disesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru.

 

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close