HOMEJawa TengahNews

Sandiaga Formulasikan Travel Pattern Joglosemar

SEMARANG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno akan memformulasikan  travel pattern atau peta perjalanan kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) dengan Candi Borobudur sebagai magnet utamanya.

Travel pattern ini diperuntukkan bagi wisatawan untuk  meningkatkan kualitas pariwisata baik bagi wisatawan maupun terhadap industri. Selain itu juga untuk mengintergrasi desa wisata ke destinasi lainnya, supaya pariwisata lebih berkualitas dan berkualitas. Sesuai segmentasi pariwisata yang lebih personalize. Costumize dan smaller size.

“Personalized dimana wisatawan akan lebih kepada pariwisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga. Kemudian customize dimana para traveler akan berwisata dengan minat khusus seperti wisata berbasis alam,” Kata Sandiaga dalam kunjungnnya ke Semarang Kamis (1/4).

Localize, yakni wisatawan akan lebih memilih destinasi yang jaraknya tidak terlalu jauh atau maksimal 250 km antar destinasi. Sementara smaller in size adalah pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif.

“Saat saya mendarat di Semarang dan menuju desa wisata Lerep. Pattern-nya kalau saya bergerak ke arah selatan saya akan menginap di daerah selatan Kabupaten Semarang, atau di Utara Kabupaten Magelang. Untuk itu, kemampuan kita berinovasi untuk membuat travel pattern Joglosemar yang bervariasi dan dapat memberikan suatu pengalaman sendiri. Borobudur itu magnetnya, tapi Joglosemar ini patternnya,” katanya

Penyusunan travel pattern ini inovasi dalam pengembangan pariwisata agar lebih berkualitas. Jumlah hari yang lebih meningkat dan kualitas dari pengeluaran sisi pariwisata dan wisatawan itu bisa lebih baik kedepannya.

“Ada beberapa daerah yang kita bisa kembangkan travel pattern, seperti di Jawa Timur yang memiliki magnet wisata Bromo Tengger Semeru (BTS), namun peta perjalanan sebelum ke BTS bisa ke Malang, Banyuwangi, dan Surabaya itu yang sedang kita kembangkan lantaran hal tersebut menjadi tren wisata era baru,” kata Sandiaga.

BACA JUGA :  Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Kalbar Dibanjiri Wisatawan

Sementara itu, Menparekraf mengatakan, di tengah pandemi COVID-19 semua orang dituntut harus beradaptasi dan memiliki cara pandang baru untuk menyiapkan opsi bangkit dan untuk pulih, seperti inovasi di bidang aplikasi untuk memastikan kegiatan pariwisata tidak berkerumun dan terpenuhi jumlah kapasitas pengunjungnya.

“Bagaimana mengintegrasikan desa wisata ke destinasi-destinasi yang sekarang dikelola oleh swasta yang bekerja sama dengan komunitas dan pemerintah. Seperti tadi ada di desa wisata Sidomukti, Kampung Kopi Banaran, Svarga Bumi,” kata Menparekraf.***

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close