DestinasiHOMEJawa Barat

Pesona Curug Bangkong dan Mitos Kodok Penunggu Goa

KUNINGAN – Wisata alam masih terus menjadi primadona menjelang pertengahan tahun 2021 ini. Para pelancong memburu lokasi-lokasi dengan pemandangan yang menakjubkan, salah satunya Curug Bangkong yang terletak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Curug Bangkok memiliki pesona yang tidak bisa dipandang sebelah mata.  Air yang jatuh dari Air terjun dengan ketinggian 23 meter dan lebar 3 meter ini tampak sangat megah. Dengan debit air yang kuat meluncur, tertampung dalam kolam besar dibawahnya sebelum akhirnya mengalir deras ke sungai yang ada dibawahnya. Menyuguhkan pemandangan yang sangat menakjubkan.

Curug Bangkong, Kuningan, Jawa Barat / Foto : instagram @emirvan_
Curug Bangkong, Kuningan, Jawa Barat / Foto : instagram @emirvan_

Di sekeliling curug banyak ditumbuhi pepohonan rimbun dan alami, tidak heran kalau hawa di sekitarnya sangat sejuk dan menenangkan. Sebelum bermain air di koalm air terjun, juga bisa trekking di sekitar air terjun yang dikelilingi hutan kecil, persawahan dan perkebunan warga.

Banyak spot-spot keren di sekitar air terjun yang sangat disukai para  pecinta fotografi. Hampir setiap sudut memiliki daya tarik sendiri untuk diabadikan. Hanya dengan mengeluarkan kocek Rp10 ribu sudah bisa menikmati keindahan pemadangan sambil duduk santai di gazebo yang ada di sekitar air terjun.

Lokasi curug di Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sekitar 20km dari pusat Kota Kuningan atau sekitar satu jam perjalanan dengan menggunakan mobil atau motor.

Dibalik keindahan Curug Bankong terdapat mitos yang diyakini oleh warga sekitar. Konon, dahulu kala ada seorang pertapa, Wiria menemukan curug dibalik perbukitan. Pria asal Ciamis itu memutuskan untuk bertapa di dalam Goa yang ada dibalik air terjun.

Selain bertapa, Wiria tetap bergaul dengan masyarakat dan mengajarkan cara membuat gula merah. Sosok Wiria sangat disegani warga.

Pada suatu hari Wiria menghilang, Warga menyakini pria yang akrab disapa  Abah ini telah menyempurnakan pertapaannya dan menjelma menjadi kodok.

BACA JUGA :  Sandi Uno Siapkan Wisata Kemanusiaan

Itulah asal muasal nama air terjun tersebut menjadi Curug Bangkong. Yang dalam Bahasa Sunda, bangkong adalah kodok. Hingga saat ini sekitar curug selalu terdengar suara keras kodok.

Bagaimana, penasaran dengan pesona Curug Bangkong sekaligus cerita legendanya? Jangan lupa mampir pada saat mengisi liburan Lebaran mendatang. ***

 

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close