Kuliner

Mina Sarua, Minumam Joss Asli Bima

BIMA – Minuman enak berkhasiat bukan hanya sekoteng, wedang ronde, bajigur atau bir pletok di Pulau Jawa saja. Bima di Nusa Tenggara Barat juga punya minuman serupa yang memperkaya kuliner Indonesia.

Minuman itu adalah mina sarua. Meski sama menggunakan rempah tapi minuman satu ini jelas tak sama. Begitu melihatnya saja perbedaan itu sangat mencolok.

Racikan minuman ini berbahan beras, beras ketan, kelapa ragi yang dicampur merica, jahe, kunyit, gula merah juga cabai Jawa atau sabia dalam bahasa Bima.

Mina sarua adalah warisan dengan resep turun temurun. Konon minuman ini sudah berusia ratusan tahun.

Pusat pembuatannya ada di Kecamatan Bolo, khususnya di Desa Bontokale dan Desa Sandosia. Di daerah ini, produksi dilakukan di rumah-rumah warga.
Pembuatan dilakukan oleh keluarga dengan melibatkan anak-anaknya.

Konon nama mina sarua berasal sari minyak saruang. Minyak buatan orang Sumbawa ini dikenal untuk obat oles. Rasa hangatnya menghilangkan pegal pada tubuh.

Orang-orang Sumbawa ini kemudian merantau hingga sampai ke Bima beratus tahu lalu. Inovasi atas minyak saruang itulah yang kini dikenal dengan minuman mina sarua.

Masyarakat setempat percaya minuman ini punya banyak khasiat. Dengan aneka rempah sebagai bahan dasar maka Mina sarua dapat menghilangkan masuk angin, mengobati pegal, menghangatkan badan, menambah stamina hingga menambah nafsu makan dan menyembuhkan maag.

Proses membuatnya sungguh tak mudah. Perlu waktu sampai dua hari!

Lamanya proses terjadi karena beras dan beras ketan yang harus difermentasi menggunakan akan ragi. Setelah didiamkan semalaman, akan menjadi tape ketan yang siap olah bersama bumbu lainnya.

Siapkan parutan kelapa untuk dibuat santan. Masak santan hingga terpisah antara minyak dengan ta’i mina.

BACA JUGA :  Kopi Daong, Ngopi Asyik di Kaki Gunung Pangrango

Selanjutnya, rempah-rempah mulai dari jahe, kunyit,cabe Jawa, merica sampai kayu manis disangrai. Semua rempah ini kemudian bisa jadi ditumbuk halus.

Kemudian rebus gula merah hingga masak. Masukkan rempah lalu tape ketan. Masak hingga semua tercampur.

Sebelum dihidangkan, taburkan ta’i mina. Selain diminum, ada yang menikmatinya dengan cara menyiramkannya di atas potongan buras.

Minuman mina sarua ini sungguh sedap dinikmati saat malam. Juga ketika hujan turun. Rasa hangatnya akan langsung menyebar ke seluruh tubuh.

Jadi ketika ke Bima, jangan lupa menikmati minuman warisan nenek moyang negeri sendiri ya. ***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close