Menduniakan Pariwisata 50 Kota, Pemilik Media Kabartravel.id Temui Wakil Bupati Riski Kurniawan Nakasari

  • Bagikan

Elga A. Thamrin owner media pariwisata dan kuliner kabartravel.id (kiri) foto bareng dengan Wakil Bupati Kabupaten 50 Kota Riski Kurniawan Nakasari (RKN) dan istri. (Foto Melita Johan)

SARILAMAK – Kabupaten 50 Kota di Sumbar adalah daerah yang kaya potensi wisata.
Pemilik media online kabartravel.id Elga A. Thamrin menemui Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasari.l Minggu siang (12/09) di rumah dinas Wakil Bupati.

Dalam pertemuan Elga dengan orang nomor dua di Kabupaten 50 Kota tersebut membahas banyak hal. Mulai dari potensi pariwisata, Wisata Syariah hingga meminta Pemprov Sumbar membuka rute penerbangan langsung Brunei – Padang dan Kuala Lumpur – Padang.

“Apa yang disampaikan Bu Elga sama dengan pemikiran saya. Mendorong Sumbar menerapkan wisata syariah kerjasama dengan Negara-negara Arab dan Brunei Darussalam,” kata Riski.

“Kita akan mendorong wisata syariah dengan pasar negara Islam Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Brunei Darussalam,” kata Rizki yang juga dikenal sebagai pengusaha di bidang travel dan umrah ini sebelum jadi Wakil bupati.

“Potensi alam Kabupaten 50 kota ini sangat besar, sayang belum tergarap. Ini menjadi atensi kami. Alhamdulillah dapat dukungan Bu Elga sebagai pemilik media online pariwisata dan pemerhati potensi wisata di Indonesia, ” ujar Rizki.


Menduniakan Pariwisata Liko

Keadaan alam yang dimiliki oleh Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan sumber daya alam yang sangat luar biasa. Dari sekian banyak potensi alam sayang sekali masih sangat sedikit yang baru dikelola oleh Pemkab.

Pesona wisata alam yang terdapat dan tersebar di Kabupaten Lima Puluh Kota ini di samping bisa meningkatkan PAD dan dapat juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitarnya.

“Perkembangan industri pariwisata tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah saja, namun pada kenyataannya pariwisata dapat memperluas kesempatan berusaha dan memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Elga

” Motivasi harus selalu diberikan bagi para pelaku industri pariwisata untuk lebih innovatif, kreatif dan dapat menciptakan nilai tambah terhadap berbagai produk atau pelayanan yang diberikan kepada para wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Limapuluh Kota,” ujar Elga.

Menurut dia, saatnya Pemkab Kabupaten 50 Kota menduniakan objek wisata yang di Kabupaten ini. Caranya dengan mempromosikan objek wisata dan kuliner Minangkabau yang terkenal kelezatannya.

“Sumbar sangat pas membangun wisata syariah. Promosi bisa dilakukan ke negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia dan Brunei Darussalam. Ini kan berawal dari kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi ke Indonesia, ” ujar ibu tiga anak ini.

BACA JUGA :  Selama Empat Hari Ancol Bakal Disulap Menjadi Kampoeng Minang

Dia mengatakan, banyak pihak yang berharap kunjungan rombongan besar Raja Salman dari Arab Saudi beberapa waktu lalu dapat berdampak positif terhadap industri pariwisata syariah di Indonesia.

Liburan rombongan raja dinilai luar biasa dan dapat memperbaiki imej Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya sebagai destinasi utama pariwisata syariah.

Menurutnya, istilah pariwisata syariah memang istilah baru dalam dunia pariwisata. Beberapa istilah lain yang bermakna senada antara lain Islamic Tourism, Halal Friendly Tourism Destination, Halal Travel, Muslim-Friendly Travel Destinations, atau halal lifestyle.

“Konsep wisata syariah lebih luas dari wisata reliji, dimana kalau wisata reliji didefinisikan sebagai wisata dalam kerangka kepentingan ibadah/agama, misalnya haji dan umroh ke tanah haram, atau sebagian umat Islam berziarah ke makam-makam para wali/aulia/tokoh agama,” ujarnya.

Elga mengatakan, wisata syariah mengandung konsep yang lebih luas, yaitu pariwisata yang keseluruhan aspeknya tidak bertentangan dengan syariah. Dalam industri pariwisata terdapat banyak aspek dan pelaku yang terlibat, misalnya hotel dan akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, fasilitas ibadah, dan tentu obyek wisata itu sendiri.

Seluruh aspek ini haruslah tidak bertentangan dengan syariah, sederhananya halal dan toyyib. Obyek dari wisata syariah tidak harus tempat-tempat atau khazanah budaya Islam, tetapi dapat apa saja yang menarik sepanjang tidak melanggar ketentuan syariah. Pantai, gunung, gua, mainan, bahkan budaya lokal dapat saja menjadi destinasi wisata ini. Indonesia sangat kaya dengan destinasi yang menarik dan telah dikenal secara internasional.

Kepada Wakil Bupati Elga memaparkan memang seringkali yang menjadi masalah krusial adalah perhotelan dan akomodasi, sebab hotel pada umumnya memang tidak didesain untuk bersesuaian dengan syariah.

“Oleh karena itu sekarang juga muncul konsep hotel syariah, yaitu hotel yang tidak menyediakan khamr, makanan dan minumannya halal, semua perlengkapan yang disediakan juga halal. Tambahan lagi hotel tersebut tidak menjadi tempat kegiatan yang dilarang syariah, ” kata Elga.

Untuk mendukung pariwisata syariah makanan dan minuman halal tidak hanya tersedia di hotel syariah, tetapi wisatawan dengan mudah mendapatkan di berbagai tempat. Jadi seharusnya banyak tersedia restoran halal, bahkan oleh-oleh dan cinderamata seharusnya juga terjamin halal. Jaminan halal ini tentu harus dikeluarkan oleh pihak yang terpercaya dan dipercayai masyarakat (internasional), misalnya label halal LPPOM MUI.

BACA JUGA :  Pandemi COVID-19, Sejumlah Agenda Pariwisata Sumbar Dibatalkan

“Ini sangat pas dengan Sumbar yang dikenal sangat religius. Apalagi Minangkabau dikenal sebagai suku yang menerapkan syariat islam,” katanya.

Ditinjau dari segi bisnis, pariwisata syariah sangat menjanjikan. Wisatawan-wisatawan dari negara muslim jumlahnya cukup besar dan potensi kangannya juga tidak kalah dengan wisatwan dari negara non muslim. Masyarakat Arab Saudi, misalnya, pada tahun 2015 menghabiskan tidak kurang dari Rp 400 triliun untuk belanja wisata ke luar negeri.

Namun Indonesia kurang cukup bersemangat menangkap potensi wisata syariah ini. Indonesia hanya menempati rangking 6 di antara negara–negara Muslim sebagai destinasi wisata syariah.

Bahkan di antara negara ASEAN, wisata syariah Indonesia berada di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tentu saja hal ini sangat disayangkan, sebab Indonesia memiliki segalanya untuk pengembangan wisata syariah ini.

Bahkan hal ini sudah menjadi program resmi pemerintah dan telah diluncurkan sejak lama. Wisata syariah pertama kali diluncurkan secara nasional pada kegiatan Indonesia Halal Expo (Indhex) 2013 dan Global Halal Forum yang digelar pada 30 Oktober-2 November 2013 oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono.

“Pak Wabup kan pengusaha yang bergerak dibidang travel sangat paham masalah Pariwisata. Apa yang saya sampaikan sudah ada dalam pemikiran beliau, ” uiar Elga memuji Riski Kurniawan Nakasari.

Menurut catatan kabartravel.id
setidaknya ada tujuh objek wisata menarik di tempat ini yang biasa disebut darek Luak nan Bungsu (daratan Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota).

1. Ngalau Indah

Ngalau Indah merupakan sebuah gua yang terletak sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Payakumbuh atau 31 km dari kota Bukittinggi. Objek wisata ini merupakan sebuah gua alam dengan beberapa mulut gua sebagai akses masuk dan keluar.

Di dalam gua besar ini, pengunjung dapat melihat keindahan stalagtit dan stalagmit yang masih terjaga dengan baik. Di dalam gua ini terdapat sejumlah bagian dari gua yang memiliki bentuk unik dan sangat khas, salah satu diantaranya adalah batu gong.

Ngalau Indah menjadi objek wisata di Kota Payakumbuh yang paling ramai dikunjungi saat musim liburan, termasuk libur Lebaran. Di dalam objek wisata Ngalau Indah juga banyak wahana menarik, diantaranya Puncak Marajo dan Kolam Renang Ngalau Indah.

2. Kelok Sembilan

Kelok Sembilan merupakan sebuah ruas jalan penghubung Provinsi Riau dengan Sumatera Barat yang bentuk berkelok-kelok. Letaknya sekitar 30 kilometer sebelah timur dari Kota Payakumbuh. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

BACA JUGA :  Menparekraf  Ajak Generasi Milenial Berani  Berubah

Jalan kelok Sembilan ini memiliki tikungan cukup tajam dan berbatasan dengan jurang. Diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam, yaitu Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau membuat pemandangan di kawasan ini begitu mempesona. Bobby mengatakan pemudik dan balik ke perantauan yang melewati Kelok Sembilan selalu menyempatkan singgah sambil berfoto di kawasan ini.

3. Lembah Harau

Kawasan wisata Lembah Harau merupakan sebuah lembah yang diapit dua bukit terjal dan indah dengan ketinggian tebing mencapai hingga 150 meter. Bobby mengatakan Lembah Harau menjadi objek wisata paling ramai dikunjungi di Kabupaten Limapuluh Kota. Di dalam kawasan wisata Lembah Harau sudah banyak spot menarik, misalnya Kampung Eropa dan homestay untuk penginapan pengunjung.

4. Panorama Ampangan

Objek wisata Ampangan merupakan tempat favorit bagi masyarakat sekitar Kota Payakumbuh. Berada di perbukitan menghadirkan pemandangan yang indah dan luas. Lokasi Panorama Ampangan terletak di kaki Gunung Sago, perbukitan Kenagaraian Aur Kuning, Kelurahan Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan. Jaraknya sekitar 6 kilometer dari pusat kota Payakumbuh.

5. Panorama Padang Mengatas

Padang Mengatas merupakan peternakan terbesar di Asia Tenggara pada 1955. Hewan yang diternakkan saat itu antara lain kuda, sapi, kambing, dan ayam. Pada 1958 sampai 1961, peternakan ini berubah menjadi lokasi basis pertahanan pemberontak Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia atau PRRI dan mengakibatkan peternakan Padang Mengatas rusak berat.

Saat ini, objek wisata yang terletak di Jalan Padang Mangatas, Mungo, Luak, Kabupaten Limapuluh Kota tersebut kembali menjadi area peternakan. Padang Mengatas populer dengan sebutan New Zealand-nya Sumatera Barat karena mirip dengan pemandangan penernakan sapi di New Zealand.

6. Air terjun Lubuak Bulan

Air Terjun Lubuak Bulan ini mempunyai ketinggian sekitar 50 meter. Di sini, para penjelelajah bisa menghabiskan waktu untuk berendam ataupun berenang. Air Terjun Lubuak Bulan tersebut terletak di Jorong Koto Tinggi Kubang Balambak, Kanagarian Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota.

7. Kapalo Banda

Bagi orang awan, Kapalo Banda Taram dikenal dengan nama Pulau Banda Kampung Taram yang terletak di kawasan dataran tinggi Payakumbuh, bagian dari Bukit Barisan Sumatera Barat. Kapalo Banda Taram berawal dari sebuah bendungan yang digunakan untuk irigasi persawahan masyarakat sekitar.

Tata Tanur

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *