DestinasiHOME

Little Hong Kong di Tanah Borneo

SINGKAWANG – Budaya Tionghoa sangat kental dan melekat dalam sendi kehidupan masyarakat Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Penduduknya didominasi oleh warga keturunan Tionghoa, ini sangat berpengaruh di setiap lini kehidupan, mulai dari kesenian, kuliner, arsitektur kota hingga banyak berdirinya kelenteng-kelenteng dengan ciri khas Tionghoa.

Konon, seperti dikutip dari getborneo.com asal nama Kota Singkawang dari bahasa Tionghoa “San Kew Jong” yang berarti kota di kaki gunung dekat dengan muara dan laut. Berbaurnya budaya Tionghoa dan budaya lokal di kota tersebut, justru  memperkaya, menonjolkan keunikan budaya dan memperlihatkan kemajemukan yang menjadi daya tarik wisata Indonesia.

Salah satu bukti kentalnya budaya Tionghoa bisa dilihat adanya Pasar Hongkong. Penyebutan nama pasar yang terletak  di Jl Setia Budi ini karena ada kemiripannya dengan Hong Kong yang merupakan daerah administrasi khusus China. Banyak yang berpendapat, suasana pasar tersebut khususnya pada malam hari seperti pasar-pasar yang ada di Hongkong. Di pasar terebut mulai dari penjual, bangunan toko, makanan dan minuman yang dijajakan kental dengan etnis Tionghoa. Oleh karena itu, banyak juga orang yang menyebutnya wilayah itu sebagai “Little Hong Kong”.

Pada siang hari, seperti pada umumnya, pasar tersebut menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari masyarakat Kota Seribu Kuil ini. Namun ketika hari beranjak malam, jalan semakin semarak, dipenuhi dengan gerobak2 makanan juga dengan pedagang pasar rakyat yang menjual barang-barang lainnya.

Saat lampu-lampu berbentuk lampion dan lampu petromax dianyalakan suasan semakin meriah, hiruk pikik pedagang dan pembeli mewarnai lokasi terebut.

Di Pasar Hongkong ini surganya bagi pecinta kuliner. Hampir semua jenis makanan khas Tionghoa ada disini seperti Chinesse Food, Bakso, Martabak, Choi Pan (isi mang kanga atau bengkuang, isi khai choi atau sayuran serta isi cuk sun atau rebung), Bakmie, Kwetiau, Cap Cay hingga makananan rakyat seperti Nasi Campur Singkawang, Tahu dan Bubur Tahu khas Singkawang.

BACA JUGA :  Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Selesai Juli 2021

Lokasi ini  sering dijadikan tujuan wisata kuliner para pelacong untuk mencoba makanan, dan minuman setelah mereka mengunjungi berbagai lokasi wisata yang ada di Singkawang. Bagi warga lokal, mereka datang selain untuk mengisi perut juga untuk menikmati suasana malam sambil bercengkrama dengan teman maupun kerabat.

TIPS

Karena  didominasi dengan menu khas Tionghoa, bagi pelancong yang beragama Islam sebaiknya teliti atau bertanya halal atau tidak makanan tersebut. Tapi jangan khawatir, rata-rata pedagang sudah paham, mereka akan melabeli sendiri dagangan mereka dengan tulisan “hala” atau “non halal”

 

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close