Kangen Muncak, Pendakian Raung Dibuka Lagi 25 Desember

  • Bagikan
Gunung Raung / Foto : Indopos(istimewa)
Gunung Raung / Foto : Indopos(istimewa)

BANYUWANGI –  Sudah punya rencana apa untuk liburan akhir tahun? Sepertinya bakal seru kalau merayakan malam tahun baru di puncak gunung sambil merenungi apa yang sudah dilakukan di tahun 2020. Yang tidak kalah seru juga menanti munculnya sunrise di tahun  baru.  Beberapa jalur pendakian  di Pulau Jawa sudah kembali dibuka untuk umum, termasuk Gunung Raung di Jawa Timur.

Gunung dengan ketinggian 3.344 mdpl ini akan dibuka kembali mulai 25 Desember 2020 dengan ketentuan dan persyaratan yang lebih ketat  disesuaikan dengan masa adaptasi kebiasaan baru pada saat pandemi saat ini . Juga sangat memperhatikan protokol kesehatan. Jalur pendakian yang dibuka via Desa Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Keputusan dibukanya kembali  berdasarkan hasil rapat kordinasi antara pimpinan pengurus desa dan pihak secretariat Gunung Raung yang dilaksanaka pada 1 Desember 2020.

Dalam ketentuan baru setiap pendaki baik pemula atau yang sudah berpengalaman wajib menggunakan pemandu yang sudah berpengalaman atau minimal sudah 3 kali mendaki Gunung Raung.  Baik pendaki maupun pemandu wajib melakukan registrasi, menyerahkan kartu identitas  serta melampirkan surat keterangan sehat atau surat hasil rapid tes diutamakan dari Puskemas Kalibaru.

Pendaki yang diperbolehkan melakukan trekking minimal 10 tahun dan maksimal 60 tahun. Untuk anak usia di bawah umur wajib melampirkan surat keterangan dari orang tua. Para pemandu juga bertanggungjawab terhadap kelengkapan alat dan logistik yang dibutuhkan selama pendakian.   Untuk batas maksimal lamanya pendakian hanya tiga hari dua malam dan batas aman pendakian  yang direkomendasikan adalah Puncak Bendera.

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran covid 19, para pendaki dan pemandu harus wajib melaksanakan protokol kesehatan di kawasan jalur pendakian Gunung Raung. Wajib memakai masker dan sarung tangan, membawa hand sanitizer. Tenda yang digunakan pendaki  hanya boleh  terisi 50% dari kapasitas tenda dan jarak pendiriannya masing-masing minimal 2 meter.

BACA JUGA :  Surga Wisata Alam Yang Tersembunyi di Indonesia, Keren Banget!

Pendaki juga dilarang membuang sampah bekas masker, hand sanitizer atau face shield sembarang dia kawasan pendakian. Apabila terjadi pelanggaran terhadap larangan-larangan tersebut akan dikenakan sanksi mulai dari pembinaan hingga blacklist tidak dapat emmasuki kasawan tersebut. Untuk lamanya disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *