DestinasiHOMEJawa TengahNews

Kaliangkrik, Pemandangannya Epic!

MAGELANG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno membagi pengalaman pertamanya menginap di Desa Wisata Dusun Butuh, Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu (3/4) lalu.

“Jadi kemarin saya diarahkan untuk menginap di Kota Magelang. Namun saya punya janji untuk menginap di desa wisata. Begitu bangun pagi saya nggak nyesel menginap di sini karena pemandangannya epik yang kita rasakan ini adalah suasana yang majestic suasana yang sangat eksotis. Dan ini menjadi pengalaman pertama dalam hidup saya menginap di desa wisata,” ujarnya.

Sandiaga mendadak memutuskan menginap di dusun yang berada di kaki Gunung Sumbing. Semula, menparekraf dan rombongan yang melakukan kunjungan kerja  di kawasan penyangga Candi Borobudur dijadwalkan menginap di Kota Magelang.

Dusun Butuh memiliki kontur dan letak pemukiman warga bertumpuk di lereng gunung dengan topografi yang tidak rata yang nyaris mirip dengan wilayah yang ada di Pegunungan Himalaya, Nepal. Sandiaga menilai  kawasan Kaliangkrik tak kalah indah dari Pegunungan Himalaya yang dalam beberapa waktu terakhir bahkan dikenal sebagai Nepal Van Java.

Sandiaga mengapresiasi masyarakat  Dusun Butuh yang memberi pelayanan atau hospitality dengan baik kepada wisatawan yang datang. Kemenparekraf akan mendorong pengembangan tidak hanya SDM, namun atraksi, aksesibilitas, dan amenitas serta permodalan bagi pelaku usaha di Kaliangkrik.

Pendampingan serta sharing ilmu agar SDM di Dusun Butuh semakin unggul dan kompetitif akan dilakukan. Pemasaran, Nepal Van Java ini sudah memiliki branding yang kuat tetapi  harus didukung atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Sehingga jangan sampai, wisatawan yang datang kemudian melihat, lalu foto-foto dan pulang, sehingga multiplier effect bagi masyarakat kurang terasa.

“Dari segi infrastruktur jalan di sini perlu diperbaiki, drainase diperbaharui sehingga perekonomian di desa ini bergerak. Kemudian dari sisi atraksi perlu dikembangkan lagi berbasis nature and culture, pemandangan luar biasa. Ketiga amenitas, Griya Butuh sebagai salah satu contoh baik dan perlu diikuti homestay-homestay lainnya untuk perlu ditingkatkan,” katanya.

BACA JUGA :  Gunung Jempol Pesona Alam yang Belum Tergarap 

Menparekraf mengatakan, pandemi ini membuat tren berwisata berubah. Segmentasi pariwisata ke depan yang disebutkan akan lebih personalize, customize, localize dan smaller in size.

“Pandemi ini membawa kita melakukan transformasi, tren pariwisata bergerak, yang dulunya berbondong-bondong dan massal, kini pendekatannya lebih alam terbuka dan pariwisata berbasis nature and culture dan perlu dikembangkan sebagai pariwisata yang berkelanjutan.” Katanya.

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close