UNCATEGORIZED

Ini Tradisi Yogyakarta Menyambut Ramadan

YOGYAKARTA – Ramadan sudah di depan mata. Masyarakat Yogyakarta punya tradisi tersendiri untuk menyambut bulan suci umat Islam ini.

Sebelum masuk Ramadan, masyarakat biasanya melakulan ziarah kubur atau nyadran Mereka mendatangi makam nenek moyang untuk berdoa memohon kepada Sang Kuasa agar dosa kerabat semasa hidup diampuni.

Kemudian, sehari sebelum solat tarawih pertama dilakukan padusan untuk membersihkan diri. Dahulu kala, padusan dilakukan dengan berendam di sungai atau tempat pemandian yang sakral. Tujuannya, agar memasuki bulan puasa semua dalam keadaan bersih.

Di dalam Keraton Yogyakarta biasanya dibuat kue apem yang diameternya sekitar 20 cm. Kue kemudian dipotong-potong untuk dibagikan ke abdi dalem.

Tradisi Karaton Yogyakarta lainnya adalah labuhan. Dilakukan atas perintah Sultan, tradisi ini dilakukan dengan menghanyutkan sejumlah helaian rambut dan potongan kuku Sultan ke laut lewat Pantai Parangtritis maupun Gunung Merapi. Masyarakat meyakini cara ini akan membuat mereka tentram juga sejahtera. ***

BACA JUGA :  Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di Pantai Depok Pekalongan  

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close