DestinasiJawa Tengah

Guci, Sensasi Mandi Air Panas di Kaki Gunung Slamet

TEGAL – Berendam di air hangat tentu mengasyikkan. Terlebih bila berendamnya di lakukan di tempat yang begitu alami dengan udara segar pegunungan.

Hal ini yang ditawarkan tempat wisata Guci di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Berjarak 1.050 meter di atas permukaan laut, tempat penuh pesona ini memberi hawa sejuk pegunungan. Lokasinya memang berada di kawasan pegunungan, tepatnya di kaki gunung kedua tertinggi Pulau Jawa, yakni Gunung Slamet yang tingginya mencapai 3.428 meter.

Keindahan alam pegunungan bahkan sudah memanjakan mata sebelum sampai Guci. Hamparan kebun buah-buahan membuat mata segar. Ada kebun strawberi, tomat, wortel, sampai cabai. Belum lagi hutan pinus dengan pepohonan tinggi kurus berjajar menantang langit.

Begitu sampai Guci, udara segar langsung menyergap. Tubuh akan terasa rileks bila berendam di air panas alami yang berasal dari perut bumi ini.

Pemandian air panas Guci di Tegal, Jawa Tengah./instagram asmuikammuri
Pemandian air panas Guci di Tegal, Jawa Tengah./instagram asmuikammuri

Ada sejumlah tempat pemandian umum, mulai dari pancuran 13, pancuran 7 sampai pancuran 5. Air dari pancuran-pancuran ini diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit termasuk jerawat bahkan reumatik.

Selain di pemandian, berendam air panas juga bisa dilakukan di sungai yang mengalir. Awalnya memang terasa panas tapi perlahan tubuh beradaptasi hingga terasa amat rileks berendam di air hangat di tempat terbuka alami dengan udara sejuk pegunungan.

Pengunjung tak hanya bisa berendam air panas. Di atas pemandian pancuran 13 ada air terjun curug Serwiti. Berbeda dengan di pemandian, air di tempat yang banyak didatangi burung serwiti ini sangat dingin.

Bukan hanya satu, ada curug lain yang tak kalah indah. Di atas curug Serwiti, ada air curug Jedor yang juga berair dingin dengan pemandangan amat memesona.
Mengenai nama Guci, konon berasal dari masa Walisongo. Seorang wali yang diutus menyebarkan Islam di barat Jawa Tengah dibekali air dalam sebuah guci.
Air ini dipercaya masyarakat setempat memiliki khasiat sehingga mereka memintanya.

BACA JUGA :  Staycation Asik di Tengah Hamparan Kebun Mawar

Namun, air dalam guci itu terbatas jumlahnya. Padahal masyarakat yang menginginkannya banyak.

Hutan pinus di kawasan Guci, Tegal, Jawa Tengah./foto: instagram sacan
Hutan pinus di kawasan Guci, Tegal, Jawa Tengah./foto: instagram sacan

Maka, wali tadi menancapkan tongkatnya ke tanah pada malam Jumat Kliwon. Ajaib, saat tongkat itu dicabut keluar air panas di tanah berlubang bekas tongkat tersebut. Airnya terus mengalir hingga bisa memenuhi keinginan masyarakat.

Lubang bekas tongkat wali itu hingga kini diyakini sebagai sumber air panas yang tak pernah berhenti mengalir di Guci. Bukan cuma air panas yang tak pernah berhenti mengalir tapi juga setiap malam Jumat Kliwon tempat itu banyak pengunjung. Mereka datang sambil berharap mendapat tuah kesembuhan.

Mengenai mitos, tentu tergantung orang yang memercayainya. Namun yang sudah pasti terasa begitu berendam di air panas Guci adalah sensasi rasa panas di udara sejuk pegunungan. Cobain deh. ***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close