Danau Maninjau menjadi Priorotas Nasional Revitalisasi

  • Bagikan
Danau Maninjau, dipenuhi Keramba Jala Apung (KJA), sehinnga merusak ekosistim Danau (Ist)

JAKARTA – Danau Maninjau salah satu danau terindah di Indonesia, dengan panorama alam yang mempesona, miliki hasil ikan khas , seperti “rinuak”, “bada”, dll. Rinuak, ikan kecil, mirip teri ini konon di dunia hanya ada di danau Maninjau.

Danau vulkanik yang memiliki potensi wisata dan kuliner khas ini menjadi salah satu prioritas nasional untuk revitalisasi penyelamatan danau.

Pepres yang ditandatangani Presiden Jokowi, sebagai salah satu dari 15 Danau Prioritas. Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai anggota dewan pengarah.

Dalam keputusan Perpres 15 Danau Prioritas, Presiden Jokowi menunjuk Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi sebagai Ketua Dewan Pengarah. Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Luhut memang sudah mengangkat isu terkait danau prioritas nasional.

“Pak Luhut mungkin semenjak saya bertugas di awal Januari mengangkat isu revitalisasi penyelamatan danau-danau prioritas nasional termasuk juga Danau Toba,” kata Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing dengan Kemenparekraf, Senin (9/8/2021).

Rapat terkait danau prioritas nasional sudah dilaksanakan beberapa kali. Selain dari fungsi ekologinya, danau juga memiliki fungsi tujuan pariwisata, seperti Danau Toba.

“Kita sudah mengikuti beberapa rapat yang sangat rutin mungkin seminggu bisa tiga empat kali untuk penyelamatan danau-danau prioritas ini mulai dari Danau Toba, Danau Maninjau dan ada beberapa danau lainnya,” kata Sandiaga.

Di danau Maninjau, ada beberapa inisiatif yang diambil untuk menghadirkan peluang usaha bagi para nelayan atau pelaku perikanan berupa keramba jarring apung. Namun, karena kapsitasnya sudah melebihi ambang batas, sehingga sudah merusak ekosistem.

“Di danau Maninjau keramba jaring apung (KJA) ternyata sudah terlalu banyak sehingga sudah merusak ekosistem. Seperti Danau Toba, danau Maninjau akan kita alihkan kepada usaha-usaha pariwisata,” kata Sandiaga.

BACA JUGA :  Pelaku Usaha Pariwisata Dihimbau untuk Daftar Sertifikasi CHSE, Gratis

“Ini akan memberikan satu nuansa mengutamakan keberlanjutan, sesuai dengan pariwisata dan danau-danau tersebut juga memiliki daya tarik wisata dan Ekraf seperti Danau Toba ada ikan mas arsik, Danau Maninjau ada kalau nggak salah ikan bada yang jadi salah satu daya tarik restoran dari Sumbar,” ungkap Sandiaga.

Setelah Danau Maninjau, ada juga beberapa danau yang akan dipersiapkan. ”Berikutnya ada beberapa danau yang kami minta supaya mulai menyiapkan dan itu di bawah deputi bidang pengembangan destinasi dan juga infrastruktur,” tambahnya.

Wisja

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *