Kuliner

Ares, Sayur Khas Lombok yang Seenak Pelecing Kangkung

LOMBOK – Banyak orang hanya mengenal ayam taliwang dan pelecing kangkung sebagai makanan khas Lombok. Padahal masih ada sayur ares dengan cita rasa unik yang tak kalah enaknya!

Ares adalah sayur khas suku Sasak di Lombok berbahan baku utama gedebok pisang muda. Masakan ini semula hanya disajikan saat acara begawe, yakni makan bersama setelah gelaran upacara pernikahan.

Alkisah, makanan ini lahir dari kondisi Lombok yang mengaami musim kemarau panjang. Panas yang tinggi membuat banyak pepohonan mati. Bututnya, hewan ternak ikut kelaparan karena sulitnya mendapat rumput.

Blog Wisatadilombok menyebutkan seorang warga yang dipanggil dengan sebutan Loq Ares melihat ternaknya bisa menerima pelepah pisang yang dijadikannya sebagai makanan pengganti rumput. Hewan-hewan itu tampak tak terganggu sama sekali bahan makanannya berganti.

Maka, Pak Ares pun mengambil pelepah pisang. Ia memilih yang muda lalu memotong-motongnya. Potongan gedebok pisang itu kemudian dicampur dengan aneka rempah yang ditumisnya. Bumbu itu antara lain bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe kunyit, kemiri, ketumbar dan jinten. Ia melengkapinya dengan santan lalu memasaknya hingga matang.

Sayur ares khas Lombok yang dibuat dari gedebok pisang. (instagram sekolahkuliner)
Sayur ares khas Lombok yang dibuat dari gedebok pisang. (instagram sekolahkuliner)

Ternyata sayur enak dengan cita rasa gurih manis dan tekstur lembut potongan gedebok pisang. Resep Pak Ares kemudian diikuti warga lain dan bertahan hingga sebagai warisan kuliner tradisional Lombok.

Saat ini, ares banyak disajikan dengan campuran potongan daging atau tetelan sapi. Mengudapnya pun tak perlu menunggu ada pesta pernikahan karena warung dan restoran sudah banyak yang menjajakannya.

Bukan tak mungkin, sayur ares bakal seterkenal ayam taliwang atau pelecing kangkung!***

BACA JUGA :  "Gulai Paluik" Kuliner Asli Limbanang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close