68 Hotel di Bali Bangkrut, Ini Kata Kadispar

  • Bagikan

Ilustrasi Ayana Resort Bali. ayana.com

DENPASAR – Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) melaporkan, 68 hotel di Bali bangkrut selama pandemi covid-19.

Jika pandemi berlarut-larut, jumlah hotel yang bangkrut diprediksi bertambah. Mayoritas hotel yang bangkrut itu telah dijual ke pihak lain.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa, hotel tersebut dijual lantaran biaya perawatan yang cukup besar.

“Satu sisi tidak ada pemasukan yang datang, sementara pengeluaran jalan terus, cost-nya terlalu besar,” ujar I Putu Astawa dilansir dari Baliexpress.id.

Terlebih properti tersebut merupakan hasil pinjaman.

Sehingga pemilik hotel merasa kesulitan untuk membiayai operasional hotel. “Iya (kemungkinan ada),” kata I Putu Astawa.

Kadispar Bali menduga, pemilik hotel mencoba tes pasar, untuk mengetahui ada tidak yang membeli propertiya.

Karena itu, Kadispar Bali berharap para pihak memaklumi kondisi ini. Ketika ditanya apakah pemerintah sudah menyalurkan bantuan, Astawa mengatakan sudah.

Hanya saja, pemerintah mengaku sudah angkat tangan lantaran kemampuan anggaran kian menipis.

“Kalau pemerintah sudah memberikan bantuan tahun lalu, termasuk bantuan relaksasi dan lain-lain, tetapi selebihnya dari itu harus memaklumi kekuatan financial pemerintah,” paparnya seperti dilansir Fajar.co.id

BACA JUGA :  Tour de Singkarak 2017 Dimulai, Gubernur Sumbar Lepas Ratusan Pembalap
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *